Home » All posts
Kamis, 17 April 2014
Download Mr. Bean TV Series Collection Complete
Diposting oleh
Praditya Putra
,
di
Kamis, April 17, 2014
Apakah anda salah satu penggemar Mr. Bean? Jika jawabannya ya berarti anda sama dengan saya. Pria konyol yang sering membuat kita tertawa ini pasti sering kita tonton aksinya di TV. Lewat aksinya itu,para penonton bisa tertawa terbahak-bahak karena tidak menyangka aksi aneh-aneh yang selalu dilakukannya.Ada 3 karakter yang sering muncul diserialnya :
Mr Bean
Karakternya dimainkan oleh Rowan Atkinson. Dalam ceritanya Mr. Bean mempunyai sifat yang egois, kekanak-kanakan, kadang-kadang cerdik. Cara melawaknya juga lucu dan unik karena dengan aksi pantomimnya itu sudah bisa menghibur kita semua. Kadang-kadang Mr Bean tidak sadar dengan apa yang ia kerjakan,apakah benar/tidak.Dia memikirkan segala hal secara sederhana seperti ketika berenang,mendekorasi ruangan,atau saat adegan mengerjakan ujian.Dan seringkali yang ia lakukan justru merugikan orang lain
Pada awal episode 2 ada adegan Mr. Bean jatuh dari langit dalam seberkas cahaya. Adegan ini seakan menunjukkan kalau Mr. Bean itu seperti Alien, bukan bentuknya yang alien,tapi karena tingkah lakunya itu seperti orang asing, tidak wajar seperti orang pada umumnya. Jadi unsur asing dari alien itu yang dijadikan tema untuk adegan itu,karena alien lebih dikenal dengan pesawat UFO nya itu dan tentu saja,sinar yang bisa menyedot benda masuk ke pesawatnya.Sisi asing ini juga diakui Rowan sendiri dalam memainkan karakter Mr Bean.
Teddy
Teddy,si boneka beruang itu selalu dianggap seperti teman dekat bagi Mr Bean.Ia diperlakukan seolah-olah mempunyai nyawa dan kadang-kadang diajak bicara oleh Mr Bean.Tapi kadang juga tidak diperhatikan oleh Mr Bean. Ada adegan yang kuingat waktu Teddy kepalanya putus karena dimasukkan Bean ke dalam laci,tapi karena kepalanya tidak muat dan dipaksa masuk,akhirnya putus juga tuh kepala (kasian banget Teddy)
Irma Gobb
Diperankan oleh Matilda Ziegler, Irma Gobb adalah pacar dari Mr Bean yang selalu malu saat jalan bareng dengan Mr Bean.Karenatingkah Mr Bean yang selalu menarik perhatian orangorang disekitarnya dengan kekonyolannya itu.Sering pertemuan antara Irma Gobb dan Mr Bean berakhir dengan Irma Gobb yang pergi dengan ekspresi marah,karena Mr Bean tak bisa memahami yang diinginkannya
Mobil Austin Mini
Nah,soal kendaraan, Mr Bean mempunyai mobil waran kuning agak kehijauan dan sering dikendarai kemana-mana.Sebetulnya,ada satu lagi mobil yang dimiliki Mr Bean,tapi diepisode-episode awal,mobilnya hancur karena insiden akibat ulah aneh Mr Bean Sendiri.Mobil yang kuning juga sempat hancur juga,tapi diepisode akhir,karena terlindas Tank milik pasukan militer yang sedang berlatih.
Jika kalian ingin mendownloadnya dengan dengan gratis berikut adalah linknya :
Episode 1 : Mr Bean
Episode 2 : Good Night,Mr Bean
Episode 3 : Mind The Baby,Mr Bean
Episode 4 : The Curse of Mr Bean
Episode 5 : Mr Bean Goes tTo Town
Episode 6 : Mr Bean Rides Again
Episode 7 : Mr Bean In Room 426
Episode 8 : Do-It-Yourself Mr Bean
Episode 9 : Hair By Mr Bean
Episode 10 : The Return Of Mr Bean
Episode 11 : Back To School,Mr Bean
Episode 12 : Tee Off.Mr Bean
Episode 13 : Merry Chrystmas Mr Bean
Episode 14 : The Trouble With Mr Bean
Episode 15 : The Library
Episode 16 : The Bus Stop
Episode 17 : The Best Bits Of Mr Bean
Episode 18 : The Story Of Mr Bean
Episode 2 : Good Night,Mr Bean
Episode 3 : Mind The Baby,Mr Bean
Episode 4 : The Curse of Mr Bean
Episode 5 : Mr Bean Goes tTo Town
Episode 6 : Mr Bean Rides Again
Episode 7 : Mr Bean In Room 426
Episode 8 : Do-It-Yourself Mr Bean
Episode 9 : Hair By Mr Bean
Episode 10 : The Return Of Mr Bean
Episode 11 : Back To School,Mr Bean
Episode 12 : Tee Off.Mr Bean
Episode 13 : Merry Chrystmas Mr Bean
Episode 14 : The Trouble With Mr Bean
Episode 15 : The Library
Episode 16 : The Bus Stop
Episode 17 : The Best Bits Of Mr Bean
Episode 18 : The Story Of Mr Bean
Selamat menonton dan semoga bermanfaat :)
Jumat, 06 Desember 2013
Medan dan Induksi Magnetik
Diposting oleh
Praditya Putra
,
di
Jumat, Desember 06, 2013
1. Aturan Garis
Gaya Magnet
Ada tiga aturan
garis-garis medan magnet, yaitu :
1)
Garis-garis medan
magnet tidak pernah memotong satu sama lain
2)
Garis-garis medan
magnet selalu keluar dari kutub utara dan memasuki kutub selatan dan membentuk
kurva tertutup.
3)
Jika garis-garis
medan magnet di daerah tertentu rapat, maka medan magnetis pada daerah itu
kuat, demikian sebaliknya jika garis-garis medan magnet renggang, maka medan
magnetis di daerah itu lemah.
2.
Arah Medan Magnet Pada
Elektromagnetik
Besi
dapat tertarik oleh magnet karena adanya gaya magnetik. Gaya tarik magnet
terhadap besi ini semakin jauh semakin kecil, dan pada suatu saat nol. Selama
besi masih dapat tertarik oleh magnet berarti besi tersebut masih berada dalam
medan magnetik. Medan magnetik adalah daerah di sekitar magnet di
mana benda dipengaruhi oleh gaya magnetik.
Medan Magnet
Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa pola medan
magnetik tersebut berbentuk garis lengkung dari kutub utara ke kutub selatan,
(Menurut kesepakatan, arah medan magnetik berasal dari kutub utara menuju kutub
selatan magnetik).
3.
Kuat Medan Eletromagnetik
Medan Magnetik Di Sekitar Kawat Berarus Listrik
Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat
menarik besi dan baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik
dapat menghasilkan medan magnetik. Medan magnetik juga dapat ditimbulkan oleh
kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Hal pertama diselidiki oleh Hans
Christian Oersted (1777-1851) dengan percobaan sebagai berikut.
Percobaan
Oersted
Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa
arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar itu menghasilkan medan
magnetik, atau di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. Pada
saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub
utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus
listrik yang digunakan, semakin besar medan magnet magnetik yang dihasilkan.
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus
berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari
menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jarimu yang lain
menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat
digunakan untuk menentukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk
lingkaran yang dialiri listrik.
Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan
yang terbentuk pada kumparan berarus listrik dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut.
Medan Magnet
Kawat Berarus
Perhatikan arah arus listrik yang mengalir pada
kumparan. Ujung kumparan yang pertama ksli mendapat arus listrik dijadikan
pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet. Caranya, genggamlah ujung
kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan
kanan sesuai dengan letak kawat pada inti besi. Apabila kawat itu berada di
depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian
genggamlah kumparan berinti besi itu.
Kaidah
Tangan Kanan
Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu
jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan. Jika kawat
penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti
besi, maka hadapkan telapak tanganmu ke belakang, kemudian genggamlah kumparan
kawat itu. Dengan cara yang sama kamu dapat menentukan letak kutub utara dan
kutub selatan magnet.
Elektromagnet
Elektromagnet adalah magnet yang terjadi karena aliran
listrik pada kumparan berinti besi. Elektromagnet ini memiliki beberapa
kelebihan dibanding magnet permanen. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:
1)
Sifat
kemagnetannya dapat diperbesar dengan cara memperbanyak jumlah liitan atau
memperbesar arus listri
2)
Sifat
kemagnetannya dapat dihilangkan dengan cara memutus arus listrik, dan dapat
ditimbulkan kembali dengan cara meyambung arus listrik
3)
Kutub-kutub
magnetnya dapat ditukar dengan cara mengubah arah arus listrik.
4)
Peralatan
sehari-hari yang berprinsip pada elektromagnet antara lain: telepon, bel
listrik, alat ukur listrik, dan alat pengangkat besi.
4.
Arah Gaya Lorentz
Arah gaya
lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jari-jari tangan kanan
diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan
tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah medan magnet (B) diwakili oleh
telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari, maka arah gaya
lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah, perhatikan
gambar berikut :
Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut :
(1) kuat medan magnet (B)
(2) besar arus listrik (I)
(3) panjang penghantar
sehingga dapat dirumuskan
F = B.I.L
keterangan :
F adalah gaya lorentz (N)
B adalah kuat medan magnet (Tesla)
I adalah kuat arus listrik (A)
L adalah panjang penghantar (m)
5.
Gaya Lorentz Pada Kawat
Sejajar

Jika ada dua kawat saling sejajar
dipasang saling berdekatan ternyata kedua kawat akan saling tarik-menarik jika
dialiri arus searah , dan akan saling tolak menolak jika dialiri arus
berlawanan arah.
Dua kawat sejajar terpisah sejauh a dialiri arus listrik I1 dan I2 searah satu sama lain . Titik P adalah perpotongan antara kawat I1dengan bidang dan titik Q perpotongan antara I2 dengan bidang. B1 adalah medan dititik Q akibat dari kuat arus I1 sedangkan B2 adalah medan magnet dititik P akibat dari kuat arus I2. Jika masing-masing titik ( P dan Q ) ditentukan arah gaya Lorentz yang dialaminya ( dengan menggunakan kaidah tangan kiri ) maka gaya F1 dan F2 akan seperti gambar. Gaya tersebut akan menyebabkan kedua kawat saling tertarik dan akan melengkung kedalam.
Dua kawat sejajar terpisah sejauh a dialiri arus listrik I1 dan I2 searah satu sama lain . Titik P adalah perpotongan antara kawat I1dengan bidang dan titik Q perpotongan antara I2 dengan bidang. B1 adalah medan dititik Q akibat dari kuat arus I1 sedangkan B2 adalah medan magnet dititik P akibat dari kuat arus I2. Jika masing-masing titik ( P dan Q ) ditentukan arah gaya Lorentz yang dialaminya ( dengan menggunakan kaidah tangan kiri ) maka gaya F1 dan F2 akan seperti gambar. Gaya tersebut akan menyebabkan kedua kawat saling tertarik dan akan melengkung kedalam.
Bagaimana jika salah satu kawat dialiri arus listrik dengan berlawanan arah dengan kawat yang lainnya ?
Coba gambarkan sendiri , dengan I1 atau I2 dibalik
arahnya ?
Besarnya gaya tarik atau tolak yang dialami kawat tiap satuan
panjang setelah dijabarkan terdapat rumus :

FL = gaya Lorentz dalam newton ( N )
I1 dan I2 = arus pada masing-masing kawat
dalam ampere ( A )
a = jarak antara kedua kawat dalam meter ( m )
μ0 = permeabilitas udara / ruang hampa = 4∏. 10-7 Wb/
Am. m
Catatan :
Jika
I1 = I2 = I , dan ℓ = 1 meter maka FL = μ0
I2 / 2Ï€.a
Jika I = 1 ampere dan a = 1 m maka besarnya FL = 4∏. 10-7 ( 1 )2 / 2Ï€.1 = 2 . 10-7 N
Jika I = 1 ampere dan a = 1 m maka besarnya FL = 4∏. 10-7 ( 1 )2 / 2Ï€.1 = 2 . 10-7 N
6.
Gaya
Lorentz Pada Muatan Yang Bergerak

Sebuah
partikel bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet
homogen akan mendapatkan gaya. Gaya ini juga dinamakan gaya Lorentz. Gerak
partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi.
Pada
gambar tampak sebuah partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet.
Ditunjukkan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan positif ( gambar a )
dan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan negatif ( gambar b ).

Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga
ditentukan dengan kaidah tangan kiri
Ibu jari =
sebagai arah gaya Lorentz
Jari telunjuk = sebagai arah medan magnet
Jari tengah = sebagai arah arus listrik
(untuk muatan positif arah gerak
searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak
berlawanan dengan arah arus )
Coba kalian terapkan pada gambar diatas, sesuaikah dengan aturan tersebut ?
Jika besar muatan q bergerak dengan kecepatan v,
dan I = q / t maka persamaan gaya Lorentz
untuk kawat dapat dituliskan :
FL = I . ℓ . B sin θ = q/t . ℓ . B sin θ
= q . ℓ/t . B sin θ = q . v . B sin θ
Karena â„“/t = v .
= q . ℓ/t . B sin θ = q . v . B sin θ
Karena â„“/t = v .
Sehingga besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh
sebuah muatan yang bergerak dalam daerah medan magnet dapat dicari dengan
menggunakan rumus :
|
FL = q . v . B sin θ
|
FL = gaya Lorentz dalam newton ( N )
q = besarnya muatan yang bergerak
dalam coulomb ( C )
v = kecepatan muatan dalam meter /
sekon ( m/s )
B = kuat medan magnet
dalam Wb/m2 atau tesla ( T )
θ = sudut antara arah v dan B
FL selalu mempunyai arah tegak lurus
dengan v dan B
Catatan penting :
Sebenarnya gaya yang mempengaruhi pada muatan yang
bergerak dalam medan magnet disamping dipengaruhi gaya magnet juga dipengaruhi
oleh gaya listrk sebesar F = q . E. Tetapi karena nlai gaya ini
sangat kecil dibandingkan dengan gaya magnetnya maka didalam perhitungan
terkadang diabaikan

Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak
lurus dengan medan magnet homogen yang mempengaruhi selama geraknya, maka
muatan akan bergerak dengan lintasan berupa lingkaran.
Sebuah muatan positif bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus menerus (gambar P) akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya Lorentz yang timbul menuju ke pusat lingkaran. Demikian juga untuk muatan negative (gambar Q )
Persamaan-persamaan yang memenuhi pada muatan yang
bergerak dalam medan magnet homogen sedemikian sehinga membentuk lintasan lingkaran
adalah :
Gaya yang dialami akibat medan magnet : FL
= q . v . B
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel : Dengan menyamakan kedua persamaan kia mendapatkan persamaan :
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel : Dengan menyamakan kedua persamaan kia mendapatkan persamaan :

R = jari-jari lintasan partikel
dalam meter ( m )
m = massa partikel dalam kilogram ( kg
)
v = kecepatan partikel dalam meter /
sekon ( m/s )
q = muatan partikel dalam coulomb ( C )
7.
Garis Gaya Magnet
1) Garis gaya magnet adalah arah medan
magnet yang berupa garis-garis yang menghubungkan kutub-kutub magnet.
2) Garis gaya magnet memiliki arah
meninggalkan kutub utara dan menuju kutub selatan.
3) Garis gaya magnet selalu tidak
berpotongan.
4) Tempat di mana garis gayanya rapat
maka menunjukkan bahwa medan magnet nya juga kuat begitu pula
sebaliknya.
Laporan Percobaan Korosi
Diposting oleh
Praditya Putra
,
di
Jumat, Desember 06, 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas kehendak-Nyalah
makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini
bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas kimia dengan tema Pengamatan Korosi
pada Besi (paku). Selain itu tujuan ditulisnya makalah ini adalah
untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi dengan metode
yang dapat dimengerti oleh para pembaca.
Dengan terselesaikannya makalah ini diharapkan dapat memberi
pengetahuan tentang bahan-bahan yang dapat menimbulkan dan mempercepat
terjadinya korosi (karat), proses terjadinya korosi, kerugian, serta cara
mencegah terjadinya korosi.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mengalami kesulitan.
Oleh karena itu, terselesaikannya makalah ini tentu saja bukan karena kemampuan
penulis semata-mata. Namun, berkat dukungan dan bantuan dari pihak-pihak
terkait.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu, kritik serta saran yang membangun dari para pembaca sangat kami
harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberi
manfaat bagi para pembaca tentang faktor terjadinya korosi.
Tolitoli, Oktober 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................................ii
DAFTAR
ISI.................................................................................................................................iii
BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................................................1
1.1 Dasar Teori.......................................................................................................1
1.2 Tujuan...............................................................................................................4
BAB II. METODOLOGI..............................................................................................................4
2.1 Alat dan Bahan...................................................................................................4
2.2 Cara Kerja..........................................................................................................4
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................................5
3.1 Data dan hasil percobaan...................................................................................5
3.2 Pembahasan/analisis
data...................................................................................8
3.3 Jawaban pertanyaan...........................................................................................8
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan........................................................................................................8
4.2 Saran-saran.........................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 DASAR TEORI
Menurut
Roberge, Korosi adalah peristiwa rusaknya logam karena reaksi dengan
lingkungannya, sedangkan menurut Gunaltun, korosi adalah fenomena elektrokimia
dan hanya menyerang logam, Korosi adalah teroksidasinya suatu logam. Korosi adalah
kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam
bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan.
.Dalam
kehidupan sehari - hari, besi yang teroksidasi disebut dengan karat dengan
rumus Fe2O3·xH2O. Proses perkaratan
termasuk proses elektrokimia, di mana logam Fe yang teroksidasi bertindak
sebagai anode dan oksigen yang terlarut dalam air yang ada pada permukaan besi
bertindak sebagai katode.
Reaksi
perkaratan:
Anode
: Fe → Fe2+ + 2 e–
Katode
: O2 + 2H2O → 4e– + 4 OH–
Korosi
merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu
berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s)
↔ Fe2+(aq) + 2e Eº = +0.44 V
Elektron yang
dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang bertindak sebagai
katode, di mana oksigen tereduksi.
O2(g) +
2H2O(l) + 4e ↔ 4OH-(aq) Eº = +0.40 V
atau
O2(g) +
4H+(aq) + 4e ↔ 2H2O(l) Eº = +1.23 V
Ion besi (II)
yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3 . xH2O, yaitu karat
besi. Korosi Besi memerlukan oksigen dan air.
a.
Kerugian
Besi ( Paku )
yang terkena korosi akan bersifat rapuh dan tidak ada kekuatan. Ini sangat
membahayakan kalau besi tersebut digunakan sebagai pondasi bangunan atau
jembatan. Senyawa karat juga membahayakan kesehatan, sehingga besi tidak bisa
digunakan sebagai alat-alat masak, alat-alat industri makanan/farmasi/kimia.
b.
Pencegahan
Pencegahan
besi dari perkaratan bisa dilakukan dengan cara berikut.
1) Proses pelapisan
Besi
dilapisi dengan suatu zat yang sukar ditembus oksigen. Hal ini dilakukan dengan
cara dicat atau dilapisi dengan logam yang sukar teroksidasi. Logam yang
digunakan adalah logam yang terletak di sebelah kanan besi dalam deret volta
(potensial reduksi lebih negatif dari besi). Contohnya: logam perak, emas,
platina, timah, dan nikel.
2) Proses katode pelindung (proteksi katodik)
Besi
dilindungi dari korosi dengan menempatkan besi sebagai katode, bukan sebagai
anode. Dengan demikian besi dihubungkan dengan logam lain yang mudah
teroksidasi, yaitu logam di sebelah kiri besi dalam deret volta (logam dengan potensial
reduksi lebih positif dari besi).
Hanya
saja logam Al dan Zn tidak bisa digunakan karena kedua logam tersebut mudah
teroksidasi, tetapi oksida yang terbentuk (A12O3/ZnO)
bertindak sebagai inhibitor dengan cara menutup rapat logam yang di dalamnya,
sehingga oksigen tidak mampu masuk dan tidak teroksidasi. Logam-logam alkali,
seperti Na, K juga tidak bisa digunakan karena akan bereaksi dengan adanya air.
Logam yang paling sesuai untuk proteksi katodik adalah logam magnesium (Mg).
Logam Mg di sini bertindak sebagai anode dan akan terserang karat sampai habis,
sedang besi bertindak sebagai katode tidak mengalami korosi.
Pada proses korosi terjadi reaksi antara ion-ion dan juga
antar elektron. Anode adalah bagian dari permukaan logam dimana metal akan larut.
Reaksinya : Fe → 2
Fe2+ + 4e-
Dengan kata lain ion-ion besi Fe++ akan
melarut dan elektron-elektron e- tetap tinggal pada logam. Katode
adalah bagian permukaan logam dimana elektron-elektron 4e- yang
tertinggal akan menuju kesana (oleh logam) dan bereaksi dengan O2
dan H2O.
O2 + H2O + 4e- —–> 4
OH-
Ion-ion 4 OH- di anode bergabung dengan ion 2
Fe2+ dan membentuk 2 Fe(OH)2. Oleh kehadiran zat asam dan
air maka terbentuk karat Fe2O3.
Reaksi perkaratan besi
|
a.
|
Anoda: Fe(s) → Fe2+ + 2e
Katoda: 2 H+ + 2 e- → H2
2 H2O + O2 + 4e- → 4OH-
|
|
b.
|
2H+ + 2H2O + O2 + 3Fe
→ 3Fe2+ + 4OH- + H2
Fe(OH)2 oleh O2 di udara
dioksidasi menjadi Fe2O3 . nH2O
|
Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan.
Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal,
unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan
sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu,
kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya.
Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa
serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik.
Faktor yang mempengaruhi Korosi
Korosi pada permukaan suatu logam dapat dipercepat oleh
beberapa faktor, antara lain:
1.
Oksigen terlarut ( DO = Dissolved oxygen
) → DO berperan dalam sebagian proses korosi, bila konsentrasi DO naik, maka
kecepatan korosi akan naik.
2.
Zat padat terlarut
jumlah (
TDS = total dissolved solid ) → konsentrasi TDS sangatlah penting, karena air
yang mengandung TDS merupakan penghantar arus listrik yang baik dibandingkan
dengan air tanpa TDS. Aliran listrik diperlukan untuk terjadinya korosi pada
pipa logam, oleh karena itu jika TDS naik, maka kecepatan korosi akan naik.
3.
pH dan Alkalinitas → mempengaruhi
kecepatan reaksi, pada umumnya pH dan alkalinitas naik, kecepatan korosi akan
naik. Peristiwa korosi pada kondisi asam, yakni pada kondisi pH < 7 semakin
besar, karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode
yaitu: 2H+(aq)
+ 2e- → H2
4.
Temperatur → makin tinggi
temperatur, reaksi kimia lebih cepat terjadi dan naiknya temperatur air pada
umumnya menambah kecepatan korosi.
5.
Tipe logam yang digunakan untuk
pipa dan perlengkapan pipa → logam yang mudah memberikan elektron atau yang
mudah teroksidasi, akan mudah terkorosi.
6.
Aliran listrik → Aliran listrik yang
diakibatkan oleh korosi sangat lemah dan isolasi dapat menghalangi aliran
listrik antara logam-logam yang berbeda, sehingga korosi galvanis dapat
dihindari. Bilamana aliran listrik yang kuat melewati logam yang mudah
terkorosi, maka akan menimbulkan aliran nyasar dari sistem pemasangan listrik
di pelanggan yang tidak menggunakan aarde, hal ini menyebabkan korosi cepat
terjadi.
7.
B a k t e r i → tipe bakteri tertentu
dapat mempercepat korosi, karena mereka akan menghasilkan karbon dioksida (CO2)
dan hidrogen sulfida (H2S), selama masa putaran hidupnya. CO2 akan
menurunkan pH secara berarti sehingga menaikkan kecepatan korosi. H2S
dan besi sulfida, Fe2S2, hasil reduksi sulfat (SO42–)
oleh bakteri pereduksi sulfat pada kondisi anaerob, dapat mempercepat korosi
bila sulfat ada di dalam air. Zat-zat ini dapat menaikkan kecepatan korosi.
Jika terjadi korosi logam besi maka hal ini dapat mendorong bakteri besi (iron
bacteria) untuk berkembang, karena mereka senang dengan air yang mengandung
besi.
1.2 TUJUAN
Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab
terjadinya korosi dan faktor-faktor apa saja yang dapat mempercepat korosi
BAB II
METODOLOGI
2.1 ALAT DAN BAHAN
·
6 buah tabung reaksi
·
6
buah paku ukuran 5 cm
·
Kapas
·
Pipet
tetes
·
Amplas
kasar
·
Air
yang sudah di didihkan
·
Aquades
·
Larutan
H2SO4
·
Larutan
NaCl
·
Minyak
tanah
·
Plastik
·
Karet
·
Kertas
tempel
2.2 CARA KERJA
a)
Sediakan
6 tabung reaksi dan beri label tabung 1,tabung 2,tabung 3,tabung 4,tabung 5,
dan tabung 6.
b)
Pada
tabung 1 masukkan paku kemudian tambahkan akuades di bawah leher paku
c)
Pada
tabung 2 masukkan kapas kering terlebih dahulu kemudian masukkan paku dan
segera tutup menggunakan plastic dan ikat menggunakan karet sampai rapat
d)
Pada
tabung 3 masukkan paku kemudian isi dengan air yang telah di didihkan hingga
melewati paku kemudian tutup menggunakan plastic dan ikat menggunakan keret
sampai rapat
e)
Pada
tabung 4 masukkan paku kemudian isi dengan meinyak tanah hingga melewati paku
f)
Pada
tabung 5 masukkan paku kemudian beri larutan H2SO4 di
bawah leher paku
g)
Pada
tabung 6 masukkan paku kemudian beri larutan NaCl sampai di bawah leher paku
paku
Pertanyaan
1.
Apakah
tabung dimana paku berkarat terdapatoksigen dan air?
2.
Apakah
tabung dimana paku tidak berkarat tidak terdapat oksigen atau air?
3.
Tariklah
kesimpulan pada percobaan ini?
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel Perlakuan Terhadap 6 Jenis Paku yang Berbeda
3.1
Hasil Pengamatan
Hari ke-1
|
Nama
Tabung
|
Perubahan
pada tabung
|
Ket.
|
|
|
Sebelum
|
Setelah
|
||
|
1
|
Paku masih mengkilat dan air masih
jernih
|
Belum ada perkaratan
|
Paku dalam aquades(bening)
(terbuka)
|
|
2
|
Belum ada perkaratan
|
Paku terdapat kapas
( tertutup)
|
|
|
3
|
Belum ada perkaratan
|
Paku dalam air panas ( tertutup )
|
|
|
4
|
Belum ada perkaratan
|
Paku dalam minyak tanah ( terbuka)
|
|
|
5
|
Paku masih mengkilat
|
Terdapat gelembung-gelembung di
sekitar paku,sedangkan bagian atas paku yang tidak terendam larutan terdapat
sedikit serbuk kuning
|
Paku dalam larutan H2SO4 ( terbuka)
|
|
6
|
Paku masih mengkilat
|
Belum ada perkaratan
|
Paku dalam larutan NaCl ( terbuka)
|
Hari ke-2
|
Nama
Tabung
|
Perubahan
pada tabung
|
Ket.
|
|
|
Sebelum
|
Setelah
|
||
|
1
|
Paku masih mengkilat dan air masih
jernih
|
Mulai berkarat,ada sedikit serbuk
kuning pada paku
|
Paku dalam aquades (bening) (terbuka)
|
|
2
|
Belum ada perkaratan
|
Paku terdapat kapas
( tertutup)
|
|
|
3
|
Sudah mengalami perkaratan pada
dasar tabung,tetapi pada paku belum
|
Paku dalam air panas ( tertutup )
|
|
|
4
|
Belum ada perkaratan
|
Paku dalam minyak tanah ( terbuka)
|
|
|
5
|
Paku masih mengkilat
|
Mulai ada perkaratan pada paku
yang terendam larutan,ada sedikit serbuk kuning pada paku
|
Paku dalam larutan H2SO4
( terbuka)
|
|
6
|
Paku masih mengkilat
|
Sudah mengalami perkaratan pada
paku yang terendam larutan,ada sedikit serbuk kuning
|
Paku dalam larutan NaCl ( terbuka)
|
Hari ke-3
|
Nama
Tabung
|
Perubahan
pada tabung
|
Ket.
|
|
1
|
Paku yang tercelup dan tidak
tercelup air semakin mengalami perkaratan sehingga air menjadi keruh dan
serbuk kuning semakin banyak
|
Paku dalam aquades (bening) (terbuka)
|
|
2
|
Mengalami perkaratan tetapi
prosesnya sangat lambat sehingga sehingga hanya terdapat sedikit serbuk
kuning
|
Paku terdapat kapas ( tertutup)
|
|
3
|
Terdapat perkaratan tetapi tidak
melekat pada paku,hanya larut dalam air dan mengendap di dasar tabung. (Warna
air keruh)
|
Paku dalam air panas ( tertutup )
|
|
4
|
Sama sekali tidak mengalami korosi
|
Paku dalam minyak tanah ( terbuka)
|
|
5
|
Paku yang tidak terendam larutan
sudah terdapat perkaratan dan ada serbuk kuning
|
Paku dalam larutan H2SO4
( terbuka)
|
|
6
|
Terjadi perkaratan pada paku yang
terendam maupun yang tidak terendam, ada serbuk kuning yang melekat di
paku.(Warna air keruh)
|
Paku dalam larutan NaCl ( terbuka)
|
Hasil
pengamatan
Tabung
1 :
Dalam percobaan yang telah diamatii,
kita dapat melihat bahwa paku yang ada dalam gelas semuanya mengalami
perkaratan kecuali pada hari pertama. Walaupun pada hari pertama belum
mengalami perkaratan namun paku yang terendam mulai terdapat serbuk kuning.
Kita telah mengetahui bahwa korosi terjadi karena permukaan logam kontak
langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Maka percobaan di gelas air
membuktikan kebenaran teori.
Tabung
2 :
Pada hari pertama dan kedua
percobaan, paku belum mengalami perkaratan. Namun pada hari ketiga terjadi
sedikit perkaratan pada paku yang berisi kapas,tapi sebenarnya tidak terjadi korosi karena
pada tabung 2 yang di tambahkan pula kapas kering ini ditutup sehingga udara
tidak mengalami perputaran. Karena tabung ditutup, udara tidak dapat
menguap dan mengalami pelepasan ke udara yang lebih bebas. Namun karena pada
percobaan kami terjadi sedikit korosi,ini mungkin karena pada saat melakukan
percobaan saat menutup tabung kami terlalu lama sehingga udara masuk.
Tabung
3 :
Pada hari
pertama paku belum mengalami perkaratan,namun pada hari kedua dan ketiga yang
dimasukkan kedalam wadah yang berisi air yang telah di didihkan dan tertutup
mengalami korosi Karena
pada tabung 3, ketika air mendidih dimasukkan lalu ditutup, maka penguapan air
terkumpul dan tidak melayang-layang ke udara, sehingga logam dengan cepat
berinteraksi dengan uap air. Setelah air tersebut dingin, maka air itu akan
kehilangan oksigen terlarut,sehingga yang tersisa hanya uap air(H2SO4)
dan ini juga mempercepat terjadinya korosi.
Tabung
4 :
Dari hari
pertama sampai hari ketiga paku yang dimasukkan kedalam wadah yang berisi air
panas dalam keadaan tertutup tidak mengalami korosi karena tidak ada O2
Tabung
5 :
Paku yang
dimasukkan ke dalam wadah yang berisi larutan H2SO4 dalam
keadaan terbuka pada hari pertama korosi mulai terjadi dan sampai hari terakhir
korosi(perkaratan) semakin banyak. Hal ini karena larutan H2SO4 adalah asam
kuat,sehingga cepat bereaksi dengan udara,karena udara adalah salah satu faktor
penyebab korosi.
Tabung
6:
Pada hari
pertama belum terjadi koroi,namun pada hari kedua dan ketiga,paku yang
dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air garam yang terbuka mengalami korosi
karena larutan air garam terdapat O2 dan H2O.
3.2 Pembahasan
1.
Paku yang paling mudah mengalami
korosi terdapat pada gelas( I ) yang berisi air dan paku serta wadah yang
terbuka
2.
Selanjutnya paku yang lebih cepat
mengalami korosi terdapat pada gelas ( V
) yang berisi larutan H2SO4.
3.
Kemudian pada gelas ( VI ) yang berisi larutan NaCl
yang terbuka karena faktor yang terlibat H2SO4 dan O2
4.
Kemudian pada gelas (III) yang
berisi air yang telah di didihkan
5.
Kemudian yang mengalami sedikit
korosi terdapat pada wadah ( II) karena
pengaruh ion-ion
6.
Paku
dalam wadah minyak tanah (IV)
tidak mengalami korosi karena tidak ada air dan oksigen.
3.3
JAWABAN
1.YA
2.YA
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1.
Kesimpulan
Korosi merupakan proses perusakan suatu materi yang terjadi
secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang lama oleh suatu proseskimia yang
disebabkan oleh air dan udara. Dan dapat dicegah dengan proteksi katodik
pembentukan aloi dan perlindungan pada permukaan logam/besi.
Besi yang cepat berkarat adalah besi
yang di dalam air yang terbuka artinya pengaruh oksigen dan air sangat kuat.
Faktor penyebab besi berkarat adalah O2, H2O, dan pH.
Bila konsentrasi O2, H2O, dan pH naik, maka kecepatan
korosi akan naik. Agar tidak terjadi perkaratan yang tidak kita kehendaki
seperti pada pagar besi, maka kita harus melapisi pagar besi dengan cat atau
logam yang tahan korosi agar tidak di pengaruhi oleh O2 dan H2O.
4.2
Saran
Dalam melakukan suatu percobaan ilmiah kita
harus menjaga kekompakan dan harus selalu berhati-hati karena dalam melakukan
percobaan pasti ada bahaya yang akan di hadapi,apalagi dalam larutan ada
larutan yang berbahaya bagi kita,serta dalam melakukan percobaan ridak boleh
bermain-main dengan alat atau bahan yang di gunakan.
Daftar Pustaka
Chalid,Sri Yadial.2007.Penuntun Praktikum Kimia
Anorganik.Jakarta : Fakultas Sains
dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Oxtoby,
D. W., Gillis, H. P. dan Nachtrieb, N. H., 1999, Kimia
Modern. Jakarta: Erlangga
Langganan:
Postingan (Atom)














